Tugas Akhir (TA)

NIM : 1315713073
Nama : NI PUTU LIDYA LAKSMI
Tugas Akhir : PELELANGAN VENDOR OUTSOURCING JASA PADA PERUSAHAAN UMUM LEMBAGA PENYELENGGARA PELAYANAN NAVIGASI PENERBANGAN INDONESIA (AIRNAV INDONESIA) KANTOR CABANG DENPASAR
Abstrak : Dari uraian yang telah di kemukakan mengenai prosedur pelelangan vendor outsourcing pada Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia, penulis mengambil kesimpulan sebagai berikut : 1. Analisis Kebutuhan Karyawan Pada tahap ini, perusahaan akan menganalisis jumlah karyawan outsourcing yang dibutuhkan karena jumlah jam kerja karyawan tetapyang semakin tinggi akibat meningkat kegiatanoperasional penerbangan pada bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. 2. Prakualifikasi Panitia akan mengumumkan pembukaan lelang secara terbuka untuk seluruh penyedia jasa outsourcing dan dilakukannya proses prakualifikasi dengan menyeleksi dokumen – dokumen lelang secara administrasi. 3. Hasil Prakualifikasi Pada tahap ini, panitia lelang akan mengumumkan peserta lelang yang lolos prakualifikasi. 4. Undangan Pelelangan Panitia lelang akan memberikan undangan lelang kepada peserta yang lolos prakualiikasi untuk mengambil dokumen lelang dan mengikuti proses berikutnya. 5. Pemasukan dan Pembukaan Dokumen Lelang (Buka Sampul) Pada proses pemasukan dokumen lelang, dokumen – dokumen yang di perlukan meliputi surat penawaran harga, surat kuasa, serta dokumen administrasi lainnya. Setelah dokumen – dokumen tersebut di nyatakan lengkap maka proses berikutnya adalah pembukaan dokumen lelang. Proses pembukaan dokumen lelang, panitia lelang akan menyeleksi peserta lelang sesuai dengan penawaran harga, kulaifikasi karyawan yang akan di pekerjakan serta waktu pelaksanaannya. 75 6. Klarifikasi dan Konfirmasi Harga Pada tahap ini perusahaan akan mengklarifikasi dan konfirmasi harga kepada calon penyedia jasa. Apabila terdapat perbedaan harga perkiraan sendiri (HPS), maka penyedia jasa harus siap untuk di audit serta dilakukan analisis lebih lanjut oleh panitia lelang. 7. Pengumuman dan Penetapan Peserta Lelang Apabila penawaran harga dianggap wajar dan sesuai dengan budget maka perusahaan akan menetapkan pemenang lelang serta mengumumkan pemenang lelang melalui media massa seperti koran, website resmi, televisi serta radio. 8. Kotrak Setelah di umumkannya pemenang peserta lelang, panitia lelang akan menyiapkan kontrak kerja sama. Penandatanganan ini di lakukan oleh pejabat lelang serta perwakilan dari penyedia jasa. Penandatanganan ini di laksanakan selambat-lambatnya 14 hari dari pengumuman pemenang lelang.

NIM : 1315713036
Nama : NI PUTU MIA APRIANTI
Tugas Akhir : PROSEDUR PENYETORAN, PENARIKAN DAN PENUKARAN UANG RUPIAH DI KANTOR PERWAKILAN BANK INDONESIA PROVINSI BALI Oleh : Ni Putu Mia Aprianti NIM. 1315713036 JURUSAN ADMINISTRASI NIAGA POLITEKNIK NEGERI BALI DENPASAR 2016
Abstrak : Berdasarkan pembahasan mengenai Prosedur Penyetoran. Penarikan dan Penukaran Uang Rupiah di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, yang merupakan satu-satunya lembaga di Provinsi Bali yang memiliki wewenang untuk melaksanakan kegiatan pengedaran uang rupiah. Berdasarkan Prosedur Penyetoran. Penarikan dan Penukaran Uang Rupiah di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : 1. Berdasarkan Prosedur Penyetoran. Penarikan dan Penukaran Uang Rupiah di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali didukung oleh 2 (dua) Surat Edaran yaitu Surat Edaran Bank Indonesia No. 13/9/DPU/2011 mengenai Penyetoran dan Penarikan Uang Rupiah oleh Bank Umum di Bank Indonesia dan NO 10/8/DPU/2008 mengenai Penukaran Uang Rupiah oleh Masyarakat Umum di Bank Indonesia. Prosedur Penyetoran. Penarikan dan Penukaran Uang Rupiah ini telah berjalan dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari tidak adanya complain atau keluhan dari Bank Umum dan masyarakat umum yang melakukan Penyetoran, penarikan dan penukaran uang rupiah di Kantor Perwakilan Bank Indonesia 2. Pelaksanaan penyetoran, penarikan dan penukaran uang rupiah ini tidak luput dari beberapa masalah di luar sistem yang digunakan. Terdapat 3 (tiga) permasalahan yang masih sangat sering ditemui dalam proses penyetoran, penarikan dan penukaran uang rupiah adalah sebagai berikut : a. Banyaknya masyarakat yang kurang terinformasi bahwa pelayanan penukaran uang rupiah selain di Bank Indonesia juga dapat dilakukan di Bank Umum sehingga banyak masyarakat yang datang ke Bank Indonesia untuk menukarkan uang rupiah terutama pada saat menjelang hari raya yang dilakukan oleh masyarakat umum yang memiliki suatu usaha, sehingga penukar yang lain tidak dapat menukarkan uang rupiahnya karena keterbatasan waktu penukaran pada jam kerja kantor. b. Sering terjadi penukar atau masyarakat umum yang menukarkan UTLE yang sudah sangat rusak seperti ½ dari uang aslinya, maka Bank Indonesia tidak memberikan penggantian uang tersebut dan fisik uang tersebut di stampel “TIDAK DIGANTI”. c. Adanya revisi atau perubahan secara mendadak mengenai jumlah nominal penukaran yang disebabkan karena ketersedian modal kerja atau tenaga kerja yang sedikit dan jumlah nasabah pada hari tersebut yang banyak.

NIM : 1315713023
Nama : DEWI ARDANI
Tugas Akhir : ANALISIS TURNOVER KARYAWAN PADA BELMOND JIMBARAN PURI BALI
Abstrak : 1. Tingkat turnover karyawan pada Belmond Jimbaran Puri Bali pada tahun 2013 adalah sebesar 14,59% (tinggi), sedangkan turnover pada tahun 2014 adalah 09,13% (sedang) dan untuk tahun 2015 turnover yang terjadi adalah 05,01% (sedang). 2. Faktor – faktor penyebab turnover karyawan pada Belmond Jimbaran Puri Bali yaitu karyawan pindah keperusahaan lain, karyawan sakit dan karyawan merawat orang tua sakit.

NIM : 1315713030
Nama : KOMANG AYU SEPTIANI
Tugas Akhir : PROSEDUR PENANGANAN RESTITUSI PEGAWAI PADA PT ANGKASA PURA I (PERSERO) BANDAR UDARA INTERNASIONAL I GUSTI NGURAH RAI TUBAN-BALI
Abstrak : Prosedur penanganan restitusi Rumah Sakit dan Restitusi Pribadi memiliki prosedur yang hampir sama hanya saja yang membedakan disini yaitu di dalam prosedur penanganan restitusi pribadi pegawai tidak diharuskan untuk membuat atau menyerahkan kartu berobat pada saat pegawai melakukan pemeriksaan pada Rumah Sakit atau dalam melakukan pembelian obat. Beberapa kendala yang ditemui dalam penanganan restitusi yaitu adanya penggunaan kartu berobat pegawai oleh pegawai yang sudah pensiun, keterlambatan pegawai dalam menyerahkan data penambahan keluarga, kesalahan dalam menginput data nama pegawai dan nominal restitusi, selain itu tagihan dari rumah sakit lama diperiksa atau tertahan di 61 Klinik dan adanya penggunaan kartu berobat oleh pegawai yang sudah pensiun.

NIM : 1315713081
Nama : NI NYOMAN SAWITRI
Tugas Akhir : PROSEDUR SELEKSI VENDOR PENGADAAN BARANG DAN JASA PADA PT ANGKASA PURA I (PERSERO) BANDAR UDARA I GUSTI NGURAH RAI TUBAN - BALI
Abstrak : Berdasarkan pembahasan mengenai prosedur seleksi vendor pengadaan barang dan jasa di PT. Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai Bali, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : 1. Prosedur seleksi vendor pengadaan barang dan jasa ada 6 tahapan antara lain : a). Pendaftaran melalui online b). Mengisi profil perusahaan c). Seleksi administrasi d). Seleksi Klasifikasi e). Seleksi Kualifikasi f). Verifikasi dan penentuan hasil 52 2. Kendala-Kendala yang dihadapi dalam Prosedur Seleksi Vendor Pengadaan Barang dan Jasa dan cara mengatasinya. Berdasarkan pengamatan dilapangan, ditemukan beberapa kendala yang terjadi pada prosedur seleksi vendor pengadaan barang dan jasa pada PT. Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai. Beberapa kendala tersebut antara lain : a. Calon vendor kesulitan memasukkan dokumen secara online sehingga menyebabkan terjadinya gagal seleksi. Cara mengatasinya : calon vendor menghubungi panitia lelang PT. Angkasa Pura I (Persero), lalu panitia lelang akan memberikan kepanjangan waktu reschedule misalnya 2 hari. b. Calon vendor kesulitan mencocokkan antara SIUP dengan sub bidang yang terdapat pada sistem Cara mengatasinnya : Vendor segera melapor kepada panitia unit pengadaan barang dan jasa.

Halaman 1 dari 102 (508 Data)
Berikutnya »

Visi

Menjadi Lembaga Pendidikan Tinggi Vokasi Terdepan Penghasil Lulusan Profesional Berdaya saing Internasional Pada tahun 2025

Misi

  1. Menyelenggarakan pendidikan vokasi yang dapat diakses secara merata dan berkesetaraan bagi masyarakat
  2. Menyelenggarakan pendidikan bidang vokasi yang berkarakter kebangsaan dengan standar mutu nasional dan regional Asia-Pasifik
  3. Melaksanakan penelitian bertaraf internasional pada bidang keilmuan dan teknologi terapan
  4. Melaksanakan pengabdian kepada masyarakat yang berlandaskan pada penerapan keilmuan dan teknologi
  5. Menyelenggarakan kerjasama di kawasan regional aspac
  6. Mengembangkan sistem tata kelola yang inovatif, transparan, dan akuntabel didukung oleh sumber-sumber daya yang bertaraf internasional
  7. Membangun keunggulan lembaga yang  berorientasi pada kepariwisataan